Sederet sajak kerap menghampiri,
Menyergap n meremas kepusinganku,
Tentang dia n segenap keelokkannya,
Taukah kau kawan..
Derai tawanya begitu indah,
Renyah terdengar menggelitik hati,
Senyumnya lucu tergambar,
Manis menghiasi nuansa,
Ah, andai kau tau kawan..
Tiadalah arti beribu wajah cantik,
Bila disandingkan lembut hatinya,
Tiadalah guna ribuan pakaian mewah sexy,
Bila dibandingkan sederhana kerudungnya,
Keindahan memang sedap terpampang,
Namun yg terbaik ialah yg terpendam,
Uh, rasa ini begitu indah kawan..
Mengisi hariku dengan canda tawa mesra,
Menyemangati saat ku terjatuh,
Namun kadang..
Ia pun membuatku menitikan air mata,
Semua begitu berwarna kawan..
Mengilhamiku akan sejuta puisi,
Akan rasa hati tuk lontarkan sekepal kata indah,
Namun sayang..
Semua hanya tersangkut diujung lidahku,
Tiada daya n asa ku tuk melangkah lebih,
Ah, lupakanlah aja kawan..
Tuk kebaikanku n dirinya,
Ga tega merampas keceriaan familinya,
Hanya tuk kepuasan bathin ku semata,
Lupakanlah aja kawan..
Ku cukupkan langkah kaki kecilku,
Ku gulung balik sederet kata yg hendak tumpah,
Lupakanlah aja kawan..
Tiada tempat tuk org sepertiku,
Yg lengkap akan kejelekan n kebodohan,
Lupakan.. Lupakanlah,
Setidaknya kita masih bersama kawan..
Duhai hati kecilku,
Kaulah kawan setiaku.
Menyergap n meremas kepusinganku,
Tentang dia n segenap keelokkannya,
Taukah kau kawan..
Derai tawanya begitu indah,
Renyah terdengar menggelitik hati,
Senyumnya lucu tergambar,
Manis menghiasi nuansa,
Ah, andai kau tau kawan..
Tiadalah arti beribu wajah cantik,
Bila disandingkan lembut hatinya,
Tiadalah guna ribuan pakaian mewah sexy,
Bila dibandingkan sederhana kerudungnya,
Keindahan memang sedap terpampang,
Namun yg terbaik ialah yg terpendam,
Uh, rasa ini begitu indah kawan..
Mengisi hariku dengan canda tawa mesra,
Menyemangati saat ku terjatuh,
Namun kadang..
Ia pun membuatku menitikan air mata,
Semua begitu berwarna kawan..
Mengilhamiku akan sejuta puisi,
Akan rasa hati tuk lontarkan sekepal kata indah,
Namun sayang..
Semua hanya tersangkut diujung lidahku,
Tiada daya n asa ku tuk melangkah lebih,
Ah, lupakanlah aja kawan..
Tuk kebaikanku n dirinya,
Ga tega merampas keceriaan familinya,
Hanya tuk kepuasan bathin ku semata,
Lupakanlah aja kawan..
Ku cukupkan langkah kaki kecilku,
Ku gulung balik sederet kata yg hendak tumpah,
Lupakanlah aja kawan..
Tiada tempat tuk org sepertiku,
Yg lengkap akan kejelekan n kebodohan,
Lupakan.. Lupakanlah,
Setidaknya kita masih bersama kawan..
Duhai hati kecilku,
Kaulah kawan setiaku.
by ikki - 01.08.2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar