Rasanya idup sempurna banget,
Kalau kita sejenak duduk di rumput taman,
Melepaskan tumpukan kerjaan,
Melepaskan obsesi-obsesi kita,
Melepaskan kepenatan kemaren dan nanti,
cukup saat ini, cukup detik ini,
Hiruplah udara pagi ini,
Rasakan hangatnya sinar mentari,
Dengarlah suara-suara alam yang kerap kita abaikan,
Kicau burung Emprit dan burung Gereja,
Suara desing kendaraan yang melintas di jalan,
Juga suara gesekan sapu si tukang pembersih jalan,
Mari nikmati pemandangan sekitar,
Ada orang yang riang berolahraga,
Ayah yang mengajari anaknya bersepeda,
Beberapa remaja yang bermain futsal,
Bocah-bocah mungil yang berkejar-kejaran,
Muka serius om-om lagi balapan sepeda,
Sepasang remaja lagi jogging dengan mesra,
Liat ! Betapa cantiknya cewe itu !!
Ada yang rambutnya terurai indah,
Lebih manis dengan kerudung yang melekat,
Muda dan tua semua berkumpul,
Bermain dan berceloteh bersama,
Ah semua begitu sempurna detik ini,
Kudapati wajah-wajah ceria menghiasi mataku,
Kutangkap canda tawa ria memenuhi telingaku,
Ah tenyata Tuhan baik hati,
Ternyata Tuhan ingin kita senang dan bahagia,
Namun sayang aduhai sayang..
Betapa buta dan tulinya kita selama ini,
Cukup saat ini, cukup detik ini,
Tanpa beban pikiran,
Ga usah pikirin tugas kantor,
Ga perlu inget-inget cekcok sama kekasih,
Lupain kepusingan ga dapet kerja,
Cukup duduk di taman hijau pagi ini,
Rasakan dengan segenap indra,
Resapi dalam hati dan pikiran,
Lantas besyukurlah..
Kita adalah orang yang beruntung,
Saat ini detik ini kita masih bernafas,
Tersenyum serta menikmati kesederhanaan hidup sekitar,
Yang nyata namun terselubung,
Kita bukan lagi orang lemah yang di bawah,
Atau orang kuat yang tegar diatas,
Kita hanyalah kita..
Orang yang bener-bener beruntung,
Ga usah pikirin di sisi manakah kita,
Cukup nikmati dan bersyukurlah..
Makasih Tuhan atas kemurahan hatimu pagi ini,
Happy Holiday . . n_n
Kalau kita sejenak duduk di rumput taman,
Melepaskan tumpukan kerjaan,
Melepaskan obsesi-obsesi kita,
Melepaskan kepenatan kemaren dan nanti,
cukup saat ini, cukup detik ini,
Hiruplah udara pagi ini,
Rasakan hangatnya sinar mentari,
Dengarlah suara-suara alam yang kerap kita abaikan,
Kicau burung Emprit dan burung Gereja,
Suara desing kendaraan yang melintas di jalan,
Juga suara gesekan sapu si tukang pembersih jalan,
Mari nikmati pemandangan sekitar,
Ada orang yang riang berolahraga,
Ayah yang mengajari anaknya bersepeda,
Beberapa remaja yang bermain futsal,
Bocah-bocah mungil yang berkejar-kejaran,
Muka serius om-om lagi balapan sepeda,
Sepasang remaja lagi jogging dengan mesra,
Liat ! Betapa cantiknya cewe itu !!
Ada yang rambutnya terurai indah,
Lebih manis dengan kerudung yang melekat,
Muda dan tua semua berkumpul,
Bermain dan berceloteh bersama,
Ah semua begitu sempurna detik ini,
Kudapati wajah-wajah ceria menghiasi mataku,
Kutangkap canda tawa ria memenuhi telingaku,
Ah tenyata Tuhan baik hati,
Ternyata Tuhan ingin kita senang dan bahagia,
Namun sayang aduhai sayang..
Betapa buta dan tulinya kita selama ini,
Cukup saat ini, cukup detik ini,
Tanpa beban pikiran,
Ga usah pikirin tugas kantor,
Ga perlu inget-inget cekcok sama kekasih,
Lupain kepusingan ga dapet kerja,
Cukup duduk di taman hijau pagi ini,
Rasakan dengan segenap indra,
Resapi dalam hati dan pikiran,
Lantas besyukurlah..
Kita adalah orang yang beruntung,
Saat ini detik ini kita masih bernafas,
Tersenyum serta menikmati kesederhanaan hidup sekitar,
Yang nyata namun terselubung,
Kita bukan lagi orang lemah yang di bawah,
Atau orang kuat yang tegar diatas,
Kita hanyalah kita..
Orang yang bener-bener beruntung,
Ga usah pikirin di sisi manakah kita,
Cukup nikmati dan bersyukurlah..
Makasih Tuhan atas kemurahan hatimu pagi ini,
Happy Holiday . . n_n
by ikki - 22.04.2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar