Ibu, dia gak pernah mengeluh menghadapi kenakalan anak-anaknya, permintaan-permintaan berat suaminya bahkan tetep Enjoy meski kadang bekerja lembur dari pagi sampe malem hanya agar rumah yang kita huni jadi nyaman ditempati.
Ibu, maksudku Emi yang dititipkan Tuhan kepada saya. Saya pun yakin sama seperti ibu-ibu lainnya diseluruh dunia, mereka memiliki keterbatasan-keterbatasan dan harapan-harapan tinggi kepada keluarganya. Berdosalah kalo kita Enjoy dalem hidup ini tanpa membuat ibu-ibu kita jadi prioritas. Inget !! "Surga dibawah telapak kaki ibu", meskipun sebenarnya cuma retak-retakan kulit yang bisa saya temui disana. Namun secara filosopi menggambarkan betapa mulianya mereka melebihi para Raja yang bertahta tinggi sekalipun :)
Berikut sedikit foto sampul "Emi" saya:
Wanita paling Cantix, hehee[/caption]
Emi bersama taneman pavoritnya "Pohon Supril"[/caption]
Ini model berumur yang tetep narsis :)[/caption]
Emi tercinta dalem usia yang ke-50an tetep keliatan cantik apalagi dalem tonal warna nostalgia[/caption]
Lagi nunggu Bubur Ayam versi BW.Mode[/caption]
Dan ini adalah foto Emi di hari ke-2 setelah Bapa dimakamkan:
Tatapan mata itu memilukan hatiku . .[/caption]
Sekian aja sedikit Keloksi foto dokumentasi tentang "Emi" saya yang cantik, tangguh dan "The Best" :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar