Bapa'ku ( in memoriam 15.03.1957 - 01.06.2012 )
Innalillahi wainnailaihi raji'un . .
Sungguh dari Allah lah kita berasal,
Dan akan kembali hanya kepada-Nya.
Tak kunjung kering banjir yang menggenangi mata ini,
Menyayat hati yang berteriak parau.
Tangan ini tak bisa lagi memijit kulit kisut itu,
Kaki ini tak bisa lagi ke warung membeli rokok & kopi.
Ah, terasa gersang . .
Tanpa candanya apalagi omelan-omelannya,
Satu sosok yang kerap terlupa,
Kadang dihindari atau malah ditakuti.
Hmm, Bapa'ku yang baru kucintai kini . .
Mungkin Beliau bukan Bapa' yang sempurna,
Tapi Dia mampu bikin kuberasa miliki Bapa' yang sempurna.
Dia yang enjoy merawat anak-anaknya yang nakal,
Juga kalem meski kadang kuberlaku kasar,
Maaf Pa', maafkan aku belom buatmu bangga . .
Aku belom buatmu tersenyum bahagia . .
Hampir sebulan semenjak Bapa' pergi,
Namun masih hatiku teriris pilu,
Kala meliat foto-fotonya di kamera,
Kala teringat sakit Bapa' selama 3 bulan terakhir,
3 bulan Dia berjuang, tergeletak tiada daya hingga akhir.
Ah, stop! ku benci kata sabar!! Kata tabah!!
Sebab tak menghasilkan apa-apa!! Ahh . .
Tak ada lagi mimpi-mimpiku, sirna . .
Sebab Dia yang ku harap kini tiada.
Aku bingung, aku gundah, serta sedikit kesal.
Hmm, Untuk Bapa' di Surga sana . .
Moga kekal dalam kebaikan bersama lainnya.
Kini hanya do'a yang bisa kusampaikan,
Tiada lagi pijit-pijit atau bikin kopi,
Atau pergi mancing, atau nonton bola bareng,
Atau kumpul-kumpul nyetel dangdutan, ahh . . Sudah . .
Maaf, bukan ku tak ikhlas . .
Hanya saja berat tuk dilepas . .
Untuk Bapa' di atas sana,
Dengarkan do'a ku yang sederhana ini,
Yang akan kupanjatkan 5x sehari dalam 83 ayat sepanjang hidupku.
Tunggu, segenap keluarga akan menyusul,
Dan semoga Bapa' tenteram di sisi-Nya . . Amin !!!!
By ikki 26.07.2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar