Gambar diatas adalah mekanisme bukaan/aperture/rana yang ada dilensa kamera kita, gak percaya? Silahkan intip kedalam lensa anda lalu “jepretlah” dan bisa diliat ada semacam titik terang yang membuka menutup dengan cepat, itulah yang dimaksud dengan aperture.
“Apa fungsi aperture” sudah banyak yang ngebahas ini seperti yang di mari. Nah saya ingin menyederhanakan (maklum emang ilmu saya yang masih sederhana alias dikit *gubrakk*) tentang si aperture ini. Aperture biasa di setting untuk menghasilkan “DOF (Depth of Field)” atau ruang tajam objek dalam foto. Pernah liat foto yang objek depan tampak detail lalu objek belakangnya tampak blur getoh? Nah foto itu memakai teknik bokeh yang didapet dari setting DOF.
“Gimana sih nyeting bukaan/aperture” masing-masing ukuran bukaan akan menghasilkan DOF yang berbeda pula, kalo di Canon G12 Cuma ada stop f/2.8, f/3.2, f/3.5, f/4.0, f/4.5, f/5.0, f/5.6, /6.3, f/7.1, f/8.0 .
Sederhananya makin gede angka aperture maka DOF yang didapet akan lebih luas, jarak fokus jauh dan membuat objek jelas seutuhnya, makin kecil angka aperture maka DOF nya akan jadi kecil, jarak fokus dekat dan umumnya dipakai dalam foto potrait dengan efek blur di sekitarnya.
Masih bingung tentang aperture? Hahaa sama..! Tapi kalo ingin bisa menghasilkan foto dengan DOF yang menarik alias Bokeh Style berikut triknya:
# Bukaan / aperture: makin kecil angka aperture maka ruang tajam (DOF) foto akan semakin kecil sehingga beberapa bagian foto akan blur & bokeh.
# Jarak memoto: makin jauh objek dengan background akan menghasilkan blur pada background sebab fokus terkonsentrasi pada objek terdekat, saya biasa pake mode makro di deket si objek dengan jarak ke background minimal 2 meter.
Juga bisa dengan nyeting focal length (FL) atau panjang pendek lensa, karena prinsip kerjanya sama dengan aperture pada lensa yakni semakin tele (panjang) lensa maka DOF yang didapet makin kecil dan semakin wide (lebar/pendek) lensa maka DOF akan makin luas. Saran saya kalo mao bikin foto “bokeh” dengan lensa tele maka carilah lensa tele dengan aperture “fix” atau konstan diangka kecil semisal f/2.8 untuk hasil blur yang lebih menarik, hehee sialnya lensa Canon G12 saya kalo lensa di zoom mentok (jadi tele) maka aperture akan ikut naik dari stop f/2.8 menjadi stop f/4.5, halahh.. sama ajah bohonk! Wkwkwkwkwk.....
[...] koq bisa? Sebab exposure itu didapet dengan penyetingan dari tiga settingan dasar kamera: Aperture, shutter speed & ISO dan juga peranan penting Exposure Value (EV) untuk pengaturan tingkat [...]
BalasHapus