Banyak yang salah kaprah tentang si “ISO” ini, mulai dari orang jowo yang kerap berkata “iso mas? iso mbak??” yang berarti “bisa” atau orang-orang bengkel yang suka berkata “isonya tau gak?” yang berarti “peraturan standar dalam ukuran dan prosedur kerja” atau si abang Koki yang berkata “ma’ana ma’e -iso- e’til lahh..!!” yg bermakna “piso/ pisau” , hehee cadel kayanya tuh tukang masak?
Dalem fotografi ISO berarti kesensitifan sensor kamera dalam menangkap cahaya luar. Tau dong angka ISO yang umumnya ada di kamera digital seperti: 80, 100, 200, dst. Untuk lebih detail liat aja dimari .
ISO itu berpacaran dengan si shutter speed yang mana menjadikan kondisi cahaya lingkungan itu sangat mempengaruhi ukuran si ISO itu sendiri. Simplenya kalo cahaya lingkungan agak underexposure atau kurang cahaya maka ISO akan berangka tinggi dan biasanya diikuti shutter speed yang malah menjadi lambat dan sebaliknya.
Tau Noise? Itu bukan bahasa inggris yang berarti “suara gaduh” tetapi ini nih rincinya. Dalem dunia fotografi Noise suka dianggap kurang bagus karena membuat foto tampak berbintik-bintik ijo seperti ini nih:
Dan biasanya mulai tampak di angka ISO 400 ke atas (perbandingan noise Canon G12):
Apa penyebab Noise? Saya gak begitu paham liat dimari ajah, wkwkwkwkk *gubrakk*. Mungkin bisa terjadi karena memakai shutter speed yang kelewat lambat (ini dipengaruhi sensor) dan yang paling krusial adalah ukuran dan tipe sensor si kamera itu sendiri, Bagaimana bisa? Sebab dari yang saya baca semakin besar ukuran sensor maka kerapatan piksel saat dari penyerapan cahaya luar akan semakin rapat dan mempersempit celah antar pikselnya sehingga gak ada ruang kosong untuk noise (hahaa.. sotoy dikit ahh..). Kalo gak percaya coba aja mikir kenapa koq kamera DSLR kelas pro dengan ukuran sensor “full frame” menghasilkan gambar lebih bersih daripada kamera pocket (seperti Canon G12 saya), itu karena “harga gak pernah bohonk”, wkwkwkwkwkk.. Gimana ngatasinnya? Cukup dengan tetep memakai ISO di kisaran 400 kebawah dan bisa juga dengan memakai aplikasi “noiseware” dalam olah digital di photosop .
[...] itu didapet dengan penyetingan dari tiga settingan dasar kamera: Aperture, shutter speed & ISO dan juga peranan penting Exposure Value (EV) untuk pengaturan tingkat kontras serta metering untuk [...]
BalasHapus